Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Penyakit golongan darah

Kamis, 12 Desember 2019


Kamu percaya atau tidak ternyata penyakit bisa di lihat dari golongan darah. Sebelumnya kamu sudah tau hologolo darah kamu ? Karena jika kamu tidak mengetahui golongan darah kamu itu hisa berbahaya. Jika nanti kamu mengalami kecelakaan parah yang mengeluarkan banyak darah jadi dokter bisa langsung mencari golongan darah yang sama dengan kamu, agar kamu dapat tertolong.

Ilustrasi donor darah.Foto: Google image


Kalau bicara soal apa saja yang dapat diketahui dari golongan darah, kamu mungkin jadi berpikir kepribadian.
Ternyata golongan darah penting untuk di ketahui.

1. Golongan darah AB, A, dan B: risiko penyakit jantung lebih besar
Individu dengan golongan darah selain O mempunyai protein pembekuan darah kelompok ini, ada kemungkinan risiko meninggal karena penyakit jantung yang kamu punya lebih tinggi 15 persen berdasarkan penelitian tahun 2015 oleh BMC Medicine.

2. Golongan darah O: masalah kesuburan
Terlepas dari fakta sebagai golongan darah yang paling banyak dimiliki, kamu yang bergolongan darah O bisa jadi mengalami masalah dengan kehamilan dan kesuburan. Sebuah penelitian tahun 2015 di Journal of Assisted Reproduction and Genetics menemukan bahwa wanita dengan golongan darah O dan A memiliki tingkat IVF lebih rendah dibandingkan mereka yang bergolongan darah B. Selain itu, sebuah riset tahun 2011 di jurnal Human Reproduction juga mencatat bahwa wanita dengan golongan darah O memiliki kadar FSH yang lebih rendah.
3. Golongan darah A, B, dan AB: risiko kanker lambung lebih tinggi
Penemuan menarik lainnya di tahun 2015 oleh BMC Medicine adalah bahwa risiko kanker lambung pada pemilik golongan darah selain tipe O lebih tinggi. Hal ini kemungkinan dikarenakan oleh respons inflamasi terhadap bakteri H. pylori, yakni bakteri penyebab tukak lambung.
4. Golongan darah AB: risiko gangguan memor

AB merupakan golongan darah yang paling jarang. Sayangnya, sebuah studi tahun 2014 di jurnal Neurology menemukan bahwa sebanyak 82 persen individu dengan golongan darah ini memiliki masalah kognitif yang dapat berpotensi menjadi demensia di kemudian hari. Menurut para peneliti, hal tersebut bisa jadi dikarenakan oleh tingginya faktor VII yang dimiliki pada individu dengan golongan darah AB.

5. Golongan darah A atau B: risiko diabetes
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia pada tahun 2015, orang-orang dengan golongan darah A dan B mempunyai risiko terkena diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Adapun lebih spesifik, kamu yang bergolongan darah B punya peluang terserang lebih besar. Meski peneliti belum menemukan secara pasti mengapa demikian, salah satu kemungkinannya adalah karena jenis golongan darah tertentu dapat memengaruhi microbiome yang berdampak pada inflamasi dan metabolisme glukosa.

6. Golongan darah O: risiko penggumpalan darah lebih kecil
Mengingat golongan darah O mempunyai jumlah protein yang lebih sedikit, risiko terjadinya penggumpalan darah pun jadi lebih sedikit. Namun, ahli hematologi Terry B. Gernsheimer mengingatkan bahwa hal tersebut bukan berarti kamu benar-benar bebas dari risiko ini. 
7. Golongan darah selain O: risiko trombosis vena dalam
Trombosit vena dalam (biasa juga disebut DVT: Deep Vein Thrombosis) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Blood Transfusion pada tahun 2013 mengatakan bahwa hal ini dikarenakan perbedaan kemampuan dalam proses pembekuan darah pada setiap jenis golongan darah. Selain itu, studi tersebut juga menyatakan bahwa individu dengan golongan darah selain O yang mewarisi thrombophilia mempunyai risiko DVT lebih besar.